OG, Sang Juara Bertahan The International Dota 2
Online PCSportsStory

OG, Sang Juara Bertahan The International Dota 2

Turnamen esport terbesar di dunia dari game MMORPG Dota 2 yakni The International, memang selalu rutin digelar tiap tahunnya. Namun sangat disayangkan, akibat dari pandemi Covid-19 untuk tahun ini sepertinya The International tidak akan digelar untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun terakhir. Walaupun begitu, pergelaran dari Battle Pass untuk TI10 tetap dilaksanan dan kalian sudah bisa membelinya. Jika melihat flashback 2 tahun kebelakang yakni untuk pergelaran TI8 dan juga TI9 pasti akan meninggalkan kesan tersendiri untuk para fans setia game Dota 2, khususnya para fans dari tim esport OG, yap OG adalah tim yang berhasil memenangkan dua kali berturut-turut pergelaran turnamen The International Dota 2 pada tahun 2018 dan 2019 yang telah lalu. Setelah di final berhasil dengan gagahnya mengalahkan tim Liquid dengan skor 3-1.

Pada waktu itu, tim OG dengan superiornya berhasil mengalahkan tim Liquid di pertandingan puncak yang berlangsung pada tanggal 25 bulan agustus tahun 2019 silam yang bertempat di Mercedes-Benz Arena, Shanghai, China, dengan menggunakan format pertandingan yang bertajuk best of five. Sebagai hadiahnya, OG berhak untuk membawa pulang hadiah terbesar sepanjang sejarah perhelatan turnamen esport yakni sebesar USD 15,6 juta atau sekitar RP 221,7 miliar jika dirupiahkan.

Nah buat kalian yang mungkin belum mengetahui sejarah dan perjalanan dari tim OG ini, mari simak ulasan dari Mantragem dibawah ini mengenai sedikit profil dan juga fakta-fakta menarik dari juarah bertahan The International Dota 2 !!!

Didirikan Tahun 2015

Tim OG ini pertama kali dibentuk pada tahun 2015 silam oleh pro player yang memiliki nama Johan ‘n0tail’ Sundstein, yang mana nOtail ini adalah mantan pemain dari tim Secret. Pada saat itu tim OG tidak langsung menggunakan namanya yang seperti saat sekarang ini, melainkan mereka memakai nama Monkey Business.

Pada saat itu nOtail mendirikan tim Monkey Business bersama dengan Tal ‘Fly’ Aizik, David ‘MoonMeander’ Tan, Amer ‘Miracle-‘ Al-Barkawi dan juga Andreas ‘Cr1t-‘ Nielsen. Setelah tim ini berhasil menguasai turnamen Frankfurt Major 2015 yang telah lalu, popularitas Monkey Business pun semakin menanjak dan kemudian mereka pun merubah nama tim menjadi OG sampai dengan saat ini.

Tak perlu berlama-lama setelah tim ini dibentuk, OG pun sudah berhasil membawa piala juara 1 dari turnamen Dota 2 yakni Frankfurt Major 2015. Turnamen major ini adalah bagian dari Dota Major Championship yang pada saat itu adalah turnamen yang diadakan pertama kali oleh sang developer game, Valve pada tahun 2015 yang telah lalu.

Setelah turnamen tersebut, dominasi dari OG pun semakin sulit terbendung. Mereka pun sukses memenangkan rentetan turnamen dimulai dari Manila Major 2016, Boston Major 2016 dan juga Kiev Major 2016. Tim yang mempunyai basis di benua Eropa ini sukses menjadi tim pertama yang mampu menjuarai empat Dota Major Championship.

Perjalanan Berliku The International 2018

Tim OG sejatinya memulai ikut berpartisipasi di turnamen The International tepat pada tahun 2016. Namun sayang pada saat kompetisi tersebut dan juga ditahun-tahun berikutnya mereka juga masih belum berhasil membawa pulang piala The Aegis.

Lalu tepat pada tahun 2018, OG terpaksa harus ditinggal oleh dua pemainnya sekaligus yakni Fly dan juga Gustav ‘s4’ Magnusson. Akibat dari pergantian roster pemain yang sudah melebihi tenggat waktu yang diberikan, mereka pun dianggap tidak memenuhi syarat agar bisa mendapatkan undangan secara langsung ke ajang The International 2018 (TI8) bahkan tidak pula di izinkan mengikuti melalui Regional Qualifiers.

Sumber : Redbull

Tim OG pun dengan terpaksa harus mau bermain melalui Open Qualifiers. Dengan perjalan yang berliku dan juga tentunya dengan susah payah dan disematkan dengan status sebagai tim underdog, diluar dugaan mereka pun sukses melaju sampai ke babak final TI8 dan berhasil menjadi sang jawara dari turnaman tersebut setelah mampu mengalahkan tim PSG.LGD dengan skor 3-2 melalui permainan yang sangat seru dan juga sengit.

Tim OG pun suskes untuk menjadi tim pertama yang berhasil menjadi juara dari turnamen The International melalui Open Qualifiers.

Rekor The International 2019

Setelah tim ini dengan gagahnya berhasil menjuarai The International 2018, OG mencoba sesuatu yang cukup unik yakni dengan memainkan game Dota 2 dan mereka harus melawan tim yang berisikan oleh kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Untuk kalian ketahui, AI ini dibuat oleh organisasi riset yakni OpenAI.

Dalam pertandingan yang dilangsungkan di San Fransisco, AS pada bulan April tahun 2019 lalu, OG harus melawan lima bot AI yang sudah dilatih dengan menggunakan machine learning. Dan dalam pertandingan tersebut pun bot AI buatan dari OpenAI ini mampu mengalahkan juara dunia Dota 2, waw sangat canggih bukan AI yang dibuat ini.

Pada tahun berikutnya yakni pada tahun 2019 kemarin, OG kembali mencoba peruntungan mereka dengan mengikuti turnamen Dota 2 The International 2019 (TI9) dengan roster pemain yang berisikan Johan ‘N0tail’ Sundstein, Anathan ‘ana’ Pham, Topias ‘Topson’ Taavitsainen, Sébastien ‘Ceb’ Debs dan juga Jesse ‘JerAx’ Vainikka yang saat ini sudah memutuskan untuk pensiun.

Mereka masuk ke TI9 ini melalui undangan secara langsung ke TI9 setelah mampu untuk menamatkan Dota Pro Circuit pada musim tersebut pada peringkat 12 teratas. Lalu untuk kedua kalinya secara berturut-turut OG sukses mencapai ke babak final dan berhasil mengalahkan tim Liquid juara TI7 dengan skor yang cukup dominan 3-1.

Pada saat itu, tim OG tidak hanya dengan gemilang berhasil keluar sebagai juara bertahan, akan tetapi mereka juga menorehkan sejarah baru yakni sebagai tim esport pertama yang berhasil menjadi pemenang turnamen terbesar Dota 2 sebanyak dua kali berturut-turut sepanjang sejara perhelatan sembilan tahun penyelenggaraan The International.

Sumber : Ogs.gg

Untuk saat ini, OG sedikit mengalamai perubahan pada roster tim setelah mereka ditinggal oleh JerAx yang memutuskan untuk pensiun. Tim ini saat ini di isi oleh Suma1l, Topson, MidOne, Saksa, dan sang pendiri sekaligus kapten tim, nOtail.

Share Halaman ini Jika Kalian Suka

See the world through my lens All pictures are mine © "Diliat-liat aja dulu, siapa tau jodoh... "

Leave a Reply

You have to agree to the comment policy.